Pengertian Kapasitor, Fungsi dan Jenisnya

Pengertian Kapasitor, Fungsi dan Jenisnya (Pembahasan Lengkap) – Kali ini seputarpengetahuan akan membahas tentang Kapasitor. Pembahasan yang meliputih pengertian, fungsinya dan jenis-jenis kapasitor lengkap. Untuk lebih jelasnya ikutilah ulasan dibawah ini.

Mari kita bahas pengertian kapasitor terlebih dahulu dengan seksama.

Definisi Kapasitor

Kapasitor, juga dikenal sebagai kondensator, adalah suatu perangkat yang memiliki kemampuan untuk menyimpan energi dalam medan listrik selama periode waktu tertentu dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal muatan arus listrik. Penemuan awal kapasitor ini dikaitkan dengan karya ilmuwan bernama Michael Faraday, dan satuan yang digunakan untuk mengukur kapasitor ini dinamakan Farad (F). Namun, karena besarnya satuan Farad tersebut, kita umumnya menggunakan:

– PikoFarad (pF) = 1 x 10-12 F
– NanoFarad (nF) = 1 x 10-9 F
– MikroFarad (μF) = 1 x 10-6 F

Dengan demikian, dapat diartikan bahwa:

– 1 Farad = 1.000.000 MikroFarad (μF)
– 1 MikroFarad (μF) = 1.000 NanoFarad (nF)
– 1 MikroFarad (μF) = 1.000.000 PikoFarad (pF)
– 1 NanoFarad (nF) = 1.000 PikoFarad (pF)

Manfaat Kapasitor / Kondensator

Kapasitor memiliki peran yang beragam dalam aplikasinya, di antaranya:

– Sebagai penghambat arus searah (DC) yang dapat memperlambat aliran arus listrik searah.
– Sebagai penyaring atau filter dalam sirkuit catu daya, berfungsi untuk menyaring komponen frekuensi yang tidak diinginkan.
– Sebagai sumber frekuensi dalam rangkaian osilator, digunakan untuk menghasilkan sinyal osilasi dengan frekuensi tertentu.
– Sebagai penyimpan arus atau tegangan listrik, mampu menyimpan energi listrik dalam medan listriknya sendiri.
– Sebagai elemen penting dalam rangkaian antena, berperan dalam mengatur dan mengirimkan frekuensi yang diperlukan.
– Sebagai penghemat daya listrik pada lampu neon, membantu dalam mengatur tegangan dan mengurangi konsumsi daya yang tidak perlu.
– Sebagai penghilang bouncing (loncatan api) pada saklar, membantu dalam mengurangi efek loncatan api yang mungkin terjadi saat saklar dioperasikan.
– Sebagai penghubung antara satu rangkaian dengan rangkaian lainnya, memungkinkan transfer sinyal atau energi listrik antara kedua rangkaian tersebut.
– Sebagai penggeser fase dalam rangkaian, berperan dalam mengubah posisi atau waktu terjadinya sinyal listrik.
– Sebagai konduktor, kapasitor juga dapat mengalirkan arus listrik, meskipun fungsinya yang lebih umum adalah sebagai penyimpan dan pengatur energi listrik.

Dengan beragam peran yang dimilikinya, kapasitor menjadi salah satu komponen penting dalam dunia elektronika.

Macam-Macam Kapasitor

Kapasitor dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan penggunaannya:

– Kapasitor Tetap: Kapasitor ini memiliki nilai kapasitas yang tetap dan tidak dapat diubah. Artinya, nilai kapasitasnya tidak dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
– Kapasitor Elektrolit: Juga dikenal sebagai Elco (Elektrolit Condenser), kapasitor ini menggunakan elektrolit dalam konstruksinya. Kapasitor elektrolit memiliki kapasitas yang relatif besar dan digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kapasitas tinggi.
– Kapasitor Variabel: Kapasitor ini memiliki nilai kapasitas yang dapat diubah sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan mekanisme pengatur, nilai kapasitasnya dapat disesuaikan untuk memenuhi persyaratan spesifik dalam suatu rangkaian.

Selain diatas ada juga jenis kapasitor yang lain yaitu kapasitor keramik, kapasitor elektrolit, kapasitor kertas, kapasitor mika, kapasitor polyester, kapasitor tantalum, valco dan trimmer.

Kapasitor Keramik

Kapasitor keramik adalah jenis kapasitor yang menggunakan isolator berbahan keramik. Kapasitor ini memiliki bentuk bulat tipis atau persegi dengan berbagai warna seperti merah, hijau, coklat, dan sebagainya. Keuntungan dari kapasitor keramik adalah tidak membutuhkan arah atau polaritas tertentu dalam pemasangannya di rangkaian elektronik. Nilai kapasitasnya berkisar antara 1pF hingga 0,01 μF.

Kapasitor Polyester

Kapasitor polyester, seperti namanya, menggunakan isolator berbahan polyester. Bentuknya adalah persegi dengan berbagai warna seperti merah, coklat, hijau, dan lainnya. Kapasitor polyester juga dapat dipasang tanpa memperhatikan polaritas arah. Nilai kapasitasnya berkisar antara 50 pF hingga 0,02 μF.

Kapasitor Mika

Kapasitor mika menggunakan bahan isolator berupa mika. Kapasitor jenis ini juga tidak memiliki polaritas arah, sehingga dapat dipasang tanpa kekhawatiran. Nilai kapasitasnya berkisar antara 50 pF hingga 0,02 μF.

Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit, atau lebih dikenal sebagai Elco, menggunakan bahan elektrolit dalam konstruksinya. Kapasitor ini memiliki bentuk seperti tabung atau silinder. Kapasitor elektrolit memiliki nilai kapasitas yang tinggi, mulai dari 0,2 μF hingga 20.000 μF atau bahkan lebih. Pemasangan kapasitor elektrolit harus memperhatikan polaritas arahnya, karena jika terbalik dapat menyebabkan ledakan. Kapasitor elektrolit banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik, seperti amplifier, power supply, dan sebagainya.

Kapasitor Tantalum

Kapasitor tantalum terbuat dari logam tantalum dan memiliki kemampuan kerja yang baik pada suhu tinggi. Kapasitor ini memiliki nilai kapasitas yang tinggi dan bentuknya lebih kecil dan kompak. Kapasitor tantalum memiliki polaritas arah yang harus diperhatikan dalam pemasangannya. Harganya relatif mahal dan sering digunakan dalam perangkat seperti ponsel dan laptop.

Valco

Valco, singkatan dari variable condensator, adalah jenis kapasitor yang terbuat dari logam dan memiliki ukuran yang lebih besar. Biasanya digunakan dalam rangkaian radio untuk memilih frekuensi gelombang. Kapasitor valco memiliki nilai kapasitansi berkisar antara 100 pF hingga 500 pF.

Trimmer

Trimmer adalah jenis kapasitor variabel yang memiliki ukuran lebih kecil dan membutuhkan alat khusus untuk mengatur nilainya. Trimmer berfungsi untuk memilih frekuensi gelombang dalam rangkaian elektronik. Kapasitansi maksimal yang dapat diatur oleh trimmer adalah sekitar 100 pF.

Referensi: sambellayah.com